Telp : (0370) 623375

Digitalisasi Data Kepegawaian, ASN Kota Mataram Ikuti Sosialisasi SIMPEG 5

Mataram_Inmas, Kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi pengisian data kepegawaian pada SIMPEG versi 5 bagi ASN Kemenag Kota Mataram, Selasa (25/05) di Aula Kantor Kemenag Kota Mataram. Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram, HM Amin dalam pengantarnya menyampaikan beberapa hal menyangkut displin pegawai dan pentingnya kegiatan sosialiasi ini diikuti para ASN. Dikatakannya, kesempatan pertama sosilaisasi ini sangat penting diikuti oleh ASN Kemenag Kota Mataram agar paham tata cara melakukan update data kepegawaian pada web SIMPEG 5 serta untuk menghindari hal-hal yang tidak diiginkan di kemudian hari.

Terkait disiplin HM Amin mengingatkan ASN agar tidak membiasakan diri terlambat masuk jam kerja, karena keterlambatan adalah salah satu faktor yang bisa menyebabkan seorang ASN terkena hukuman disiplin. Menjaga hal tersebut tidak sampai terjadi kepada ASN, Kakanmenag secara rutin melakukan pengecekan terhadap absensi pegawai sebagai bentuk perhatian menjaga disiplin pegawai.

“Dalam melaksanakan tugas kita lihat yang Maha Melihat, bukan karena takut kepada atasan, tetapi bertanggung jawab terhadap kewajiban kita sebagai ASN,” ia mengingatkan.

Sementara itu Kasubag Tata Usaha H Suardi menyampaikan kepada ASN yang tidak paham melakukan update data tidak malu-malu bertanya kepada yang paham teknologi informasi. Ia menambahkan bahwa sosialisasi ini akan dilakukan secara berjenjang dimulai dari Kantor Kemenag Kota Mataram dan selanjutnya diikuti oleh KUA dan madrasah.

Analis Kepegawaian, T Dwiarso Budi Ariyanto sebagai tutor, mengatakan SIMPEG 5 adalah Sistem Informasi Kepegawaian di Lingkungan Kementerian Agama yang merupakan pengembangan dari SIMPEG 4. Berbeda dengan sebelumnya, pada aplikasi ini setiap pegawai dapat melihat dan update data kepegawaiannya secara mandiri.

“Peremajaan data pegawai tidak lagi tergantung pada admin di masing-masing satker, karena otoritas perubahan data kini ada pada bapak/ibu sekalian. Data-data pokok yang diperlukan adalah profil, riwayat pendidikan, dan riwayat pekerjaan,”ujarnya.

“Jika ada data yang tidak sesuai, maka bapak/ibu bisa melakukan pengusulan perubahan data secara mandiri, selanjutnya verifikasi dilakukan oleh admin. Perlu juga disiapkan berkas yang diperlukan dengan discan terlebih dahulu dalam format pdf,” pungkasnya. (utt)

share:

Tinggalkan Komentar Anda

Berita Lainnya