Telp : (0370) 623375

Kasubag TU : Ikhtiar Membangun ZI, Hindari Gratifikasi

Mataram_Inmas, Program Revitalisasi KUA yang dicanangkan Menteri Agama beberapa waktu lalu merupakan upaya Kementerian Agama untuk mewujudkan KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang prima, kredibel, dan moderat guna meningkatkan kualitas umat beragama.

Hal tersebut disampaikan Kasubag Tata Usaha H Suardi pada kegiatan Roadshow Sosialisasi Perubahan Jabatan Fungsional ke Jabatan Pelaksana di KUA Sekarbela (08/06).

Mewakili Kakanmenag H Suardi mengungkapkan bahwa ada 4 tujuan strategis program tersebut, yakni pertama meningkatkan kualitas umat beragama, kedua untuk memperkuat peran KUA dalam mengelola kehidupan keberagamaan, ketiga memperkuat program dan layanan keagamaan, dan keempat adalah untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan KUA sebagai pusat layanan keagamaan.

Ia menambahkan bahwa KUA harus memiliki ruang khusus moderasi yang nantinya berfungsi sebagai tempat berdialog baik intern maupun antar umat beragama. H Suardi meminta kepada Kepala KUA agar segera berkoordinasi dengan instansi terkait dan tokoh agama untuk bisa merealisasikan program tersebut.

Selain itu H Suardi mengingatkan agar KUA segera melakukan pendataan keagamaan, baik itu pendataan jumlah penduduk berdasarkan agama, pendataan rumah ibadah dan pendataan keagamaan lainnya. Pendataan ini penting karena nantinya akan disajikan secara digital kepada masyarakat atau lembaga yang berkepentingan.

Terkait kepegawaian H Suardi menyampaikan beberapa hal terkait disiplin, hak dan kewajiban PNS. Sehubugan dengan mutasi yang sudah dilakukan dikatakannya agar bisa diterima dengan lapang dada apalagi mutasi di Kota Mataram yang wilayahnya tidak terlalu besar serta jarak yang relative dekat dianggap masih tidak ada apa-apanya dibanding kabupaten lain yang lebih luas. Ia pun mewanti-wanti aparatur kementerian Agama terkait gratifikasi.

“Seiring dengan ikhtiar kita membangun zona integritas, mari kita berhati-hati, apalagi KUA bersentuhan langsung dengan masyarakat jangan sampai terlibat dan menerima gratifikasi,” ungkapnya. (utt)

share:

Tinggalkan Komentar Anda

Berita Lainnya