Telp : (0370) 623375

Kegiatan Apel Menyambut Hari Kesaktian Pancasila diHalaman Kantor Kemenag Kota Mataram Bersama pejabat eslon IV, KUA, Pokjawas,dan seluruh ASN Lingkup Kemenag Kota Mataram

Kegiatan Apel Menyambut Hari Kesaktian Pancasila diHalaman Kantor Kemenag Kota Mataram Bersama pejabat eslon IV, KUA, Pokjawas,dan seluruh ASN Lingkup Kemenag Kota Mataram

Mataram_Inmas, Bertempat diHalaman Kantor Kemenag Kota Mataram Pada hari Jum’at 01/10/2021 Kemenag Kota Mataram Bersama seluruh ASN melaksanakan apel dalam rangka menyambut hari Kesaktian Pancasila 1 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,kegiatan apel berlangsung hidmat dan berjalan lancar.Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram, HM.AMIN. selaku pembina upacara Beliau memberi sambutan dan arahan berkaitan dengan perayaan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2021.

Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram, HM.AMIN. dalam sambutan menyampaikan bahwa merayakan hari Kesaktian Pancasila. Di hari ini kita sebagai bangsa diberikan kesempatan untuk melakukan refleksi diri.Kita mengenal Pancasila sebagai falsafah negara kita. Ideologi bangsa kita. Kita mengenal Pancasila sebagai akar yang menyambung masa lalu dan masa depan kita bersama. Tapi apa arti Pancasila bagi kita dalam kehidupan sehari-hari? Apa makna dari sila-sila Pancasila bagi seorang pemimpin, seorang pekerja, seorang guru, seorang ibu dan seorang anak? Di masa pandemi seperti sekarang mungkin terasa sulit membayangkan sisi positif dari bencana yang melanda. Karena pandemi ini, kita secara bersamaan mengalami krisis kesehatan, krisis ekonomi, dan krisis pembelajaran. Tetapi, di saat sulit seperti ini, sila-sila Pancasila justru terlihat jelas mendarah daging di masyarakat kita. Kalau kita melihat sekeliling kita dengan lebih peka, kita bisa melihat begitu banyak pahlawan Pancasila yang menyalakan lilin-lilin kemanusiaan di lingkungannya masing-masing.

Lilin Pancasila terlihat menyala dalam pengorbanan tenaga medis yang mempertaruhkan nyawanya setiap hari untuk menyelamatkan pasien Covid-19. Kita melihat ribuan mahasiswa yang sudah kesulitan dengan tantangan pembelajaran daring, menyalonkan dirinya sebagai sukarelawan dalam penanganan Covid. Lilin Pancasila terlihat menyala di dalam kepemimpinan di masa krisis. Kita melihat pemimpin-pemimpin di sektor pemerintahan dan swasta yang berani mengambil resiko dan bergerak cepat untuk meringankan penderitaan masyarakat.

Kita melihat ribuan pemilik usaha kecil yang mengorbankan labanya agar karyawannya tidak perlu dilepas walaupun pelanggan lenyap. Kita melihat pemimpin umat di tempat-tempat ibadah yang menggalangkan dana untuk membantu rakyat yang agamanya berbeda dari dirinya. Kita melihat lilin Pancasila menyala saat seniman-seniman se-Nusantara dalam kondisi ekonomi terpuruk masih menyelenggarakan pertunjukan seni secara daring untuk mengingatkan rakyat betapa indahnya kebhinekaan Indonesia.

Kita melihat lilin pancasila dinyalakan oleh guru-guru yang mendatangi rumah pelajar di daerah-daerah terpencil agar mereka masih bisa belajar. Kita melihat lilin Pancasila menyala saat orangtua yang setelah seharian mencari nafkah, masih sempat membaca dan bermain dengan anaknya yang kesepian di rumah. Pada hari ini kita mengingat sejarah kita dan betapa besar pengorbanan nenek moyang kita untuk bangsa ini. Dan kalau kita melihat dengan saksama, kita bisa menyadari bahwa Kesaktian Pancasila terus mendarah daging di generasi kita. Di masa krisis seperti ini, lilin-lilin Pancasila menerangi kegelapan di mana-mana. Pandemi ini menantang negara kita dan menguji ketangguhan kita sebagai rakyat Indonesia. Pancasila sebagai pusaka negara Indonesia harus menyala di hati kita masing-masing. Dalam setiap perbuatan kecil dan besar yang bisa kita lakukan bagi sesama.

Kemudian beliau menutup pidatonya dengan ucapan “Selamat Hari Kesaktian Pancasila.. (Muh. Hanafi)

share:

Tinggalkan Komentar Anda

Berita Lainnya