Telp : (0370) 623375

Ketua Pokjaluh : Kami Rindu Arahan Bapak

Mataram_Inmas, Ketua Pokjaluh Kota Mataram Hj. Maswarah tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya karena bisa ber-audiensi dengan Kakanmenag HM Amin. Hal tersebut disampaikan pada kegiatan Audiensi Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram dengan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kota Mataram di Aula Kemenag (02/06).

Maswarah mengatakan menantikan kesempatan ini sejak Januari tapi baru bisa terlaksana di awal Juni ini dikarenakan padatnya acara Kakanmenag. Ia menyampaikan pentingnya kegiatan audiensi ini diantaranya karena para penyuluh agama di Kota Mataram membutuhkan arahan, bimbingan dan support dari Kakanmenag.

Pada kesempatan tersebut Kakanmenag Kota Mataram HM Amin menyampaikan beberapa hal terkait tugas dan fungsi utama penyuluh, yakni informatif, edukatif, konsulatif dan advokatif.

“Tugas utama penyuluh agama adalah melakukan dan mengembangkan kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama. Sesuai fungsinya penyuluh menjalankan fungsinya informatif, edukatif, konsulatif dan advokatif,” ujarnya.

Kakanmenag menjelaskan bahwa fungsi Informatif dan Edukatif Penyuluh Agama berkewajiban menyampaikan penerangan agama dan mendidik masyarakat dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tuntutan agama. Kemudian fungsi konsultatif penyuluh Agama menyediakan dirinya untuk turut memikirkan dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat, baik persoalan-persoalan pribadi, keluarga atau persoalan mqasyarakat secara umum.

Selanjutnya, Fungsi advokatif, penyuluh Agama memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk melakukan kegiatan pembelaan terhadap umat/masyarakat binaannya terhadap berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang merugikan akidah, mengganggu ibadah dan merusak akhlak.

Terkait tugas penyuluh secara administratif, HM Amin mengingatkan agar segala proses penyuluhan yang dilakukan disertai dengan bukti-bukti fisik mulai dari surat tugas, bukti foto ataupun media lainnya serta sudah jelas kepada siapa dan kemana penyuluhan dilakukan.

“Saya sampaikan kepada rekan penyuluh, kita melaksanakan tugas sudah jelas apa, siapa dan kemana. Penyuluh yang turun ke lapangan selanjutnya harus ada surat tugas, kemudian harus ada bukti fisik,” himbaunya.

Kakanmenag juga menyampaikan bahwa tugas penyuluh bertambah dengan pencanangan Revitaliasi KUA oleh menteri agama, yakni tugas moderasi beragama. Selanjutnya di tiap KUA harus ada lorong atau ruangan sebagai tempat dialog antar umat beragama. Hal ini sebagai upaya pemerintah agar KUA menjalankan fungsi layanannya kepada semua agama. (utt)

share:

Tinggalkan Komentar Anda

Berita Lainnya