Telp : (0370) 623375

#Pray From Home, Ikhtiar Bathin Kemenag di Masa Pandemi

Mataram_Inmas, Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram HM Amin dan Kasubag Tata Usaha H Suardi, Ahad (11/07) hadir secara virtual dalam kegiatan Pray From Home: Dari Rumah untuk Indonesia, yang diinisiasi Kementerian Agama. Acara ini dilaksanakan sehari setelah Kementerian Agama melaksanakan acara Hening Cipta Nasional, pada pukul 10.07 WIB, Sabtu (10/07). Acara hening itu demi mengenang para tenaga kesehatan dan semua warga Indonesia dari berbagai profesi yang telah wafat karena pandemi covid.

Turut bergabung secara virtual dalam Pray From Home, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju, para Kepala Daerah, tokoh agama, serta hampir 10 ribu masyarakat umum. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung pada kanal media sosial Kementerian Agama, TVRI, RRI, serta sejumlah media Nasional lainnya.
Presiden Jokowi sebagai pembicara utama mengajak masyarakat Indonesia selain melakukan ikhtiar lahir juga ikhtiar bathin, yakni berdoa dari rumah masing-masing agar pandemi ini segera berakhir.

"Menghadapi situasi sulit seperti sekarang ini, selain ikhtiar dengan berbagai usaha lahiriah, kita juga wajib melakukan ikhtiar batiniah. Memanjatkan doa memohon pertolongan Allah SWT agar beban kita diringankan, agar rakyat bangsa, negara, juga dunia terbebas dari pandemi," ungkap Presiden.

Presiden juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam menghadapi pandemi ini tak terkecuali ormas keagamaan dan tokoh agama. Presiden pun berharap Pray From Home selanjutnya dapat menjadi gerakan bersama semua masyarakat Indonesia untuk membangun optimisme dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Saya sangat bersyukur pandangan ormas-ormas keagamaan senapas untuk menjaga keselamatan umat dalam menjalankan protokol kesehatan. Kerja keras pemerintah untuk mengatasi covid-19 ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan kesadaran serta partisipasi masyarakat," lanjut Presiden.

Sementara itu Menteri Agama Yaqut Holil Choumas yang akrab disapa Gus Yaqut mengatakan ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantias berdoa sesuai ajaran agama serta keyakinan masing-masing. Sebab menurutnya, doa adalah senjata orang beriman, sebagai penenang jiwa dan penumbuh opimisme dalam kehidupan. Sehingga KLB Covid-19 bisa disegerakan berakhirnya.

"Hanya Tuhan Yang Maha Esa yang bisa menolong kita semua setelah semua usaha lahir dilakukan," ungkapnya.

Menurut Gus Yaqut, pihaknya juga ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali merefleksikan, bahwa setiap bencana sejatinya adalah juga pengingat agar manusia selalu mawas diri. Sehingga mendekatkan diri kepadaNYA dan mengikuti petunjuk hidup yang diberikanNYA.

"Saya meyakini kita semua dalam kesadaran spiritualitas yang sama. Sebagai manusia yang lemah dan membutuhkan bantuan Sang Pemilik Kehidupan," ujarnya.

Menag juga mengajak semua warga masyarakat untuk terus waspada dan berikhtiar menjaga diri sendiri, keluarga, dan orang sekitar. Yakni dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan mengikuti anjuran pemerintah dengan menjalani pengetatan kehidupan beribadah.

Di akhir kegiatan pembacaan doa disampaikan enam pemimpin tokoh agama, yakni Prof Dr. KH Quraish Shihab (Islam), Pendeta Lipius Biniluk (Protestan), Kardinal Suharyo (Katolik), I Nengah Dana (Hindu), Bhante Pannyavaro (Buddha), dan Xs. Budi Tanuwibawa (Konghucu).(utt)

share:

Tinggalkan Komentar Anda

Berita Lainnya